Apookat telah membantu ratusan UMKM merancang strategi marketing yang tepat sasaran, termasuk strategi yang disesuaikan berdasarkan generasi target pasar mereka.
So, jika bisnismu sudah buat konten TikTok yang keren, tapi views-nya segitu-gitu saja, atau sudah pasang iklan di Facebook, tapi gak ada pembeli sama sekali. Bisa jadi bukan hanya kontenya (Ads Creative-nya) saja yang bermasalah. Penyebabnya adalah salah memilih channel untuk generasi yang kamu sasar.
Pada 2026 ini, ada lima generasi aktif yang menjadi Target Audiens dan Target Market, Baby Boomers, Generasi X, Generasi Y (Millennials), Generasi Z, dan Generasi Alpha. Masing-masing tumbuh di era yang berbeda, membentuk kebiasaan yang berbeda, dan merespons marketing dengan cara yang sangat berbeda pula.
Kalau kamu mau marketing bisnismu benar-benar bekerja, kamu perlu tahu cara komunikasi kepada masing-masing dari mereka. So, artikel kali ini akan membahas satu per satu mengenai strategi yang bisa kamu terapkan di beberapa generasi
Mengapa Strategi Marketing Harus Disesuaikan per Generasi?
Satu pesan, satu format, satu platform untuk semua orang sudah tidak relevan lagi.
Data dari Epsilon menunjukkan bahwa 91% konsumen Amerika berbelanja di toko fisik pada 2024, tapi 88% juga berbelanja online. Smartphone menjadi perangkat belanja nomor satu di semua generasi, digunakan oleh 73% responden. Namun cara mereka menggunakannya, platform yang mereka percaya, dan pesan yang menyentuh hati mereka sangat berbeda tergantung generasinya.
Dengan memahami perbedaan ini, kamu tidak hanya menghemat anggaran marketing. Kamu juga bicara dalam bahasa yang benar-benar dimengerti oleh audiens targetmu.
1. Baby Boomers (Lahir 1946 hingga 1964)
Usia sekarang: sekitar 61 hingga 79 tahun
Baby Boomers di Indonesia sering dipandang sebelah mata oleh marketer karena dianggap tidak melek teknologi. Padahal anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
Survei YouGov 2025 terhadap lebih dari 1.000 responden Indonesia menunjukkan bahwa generasi yang lebih tua justru mendominasi penggunaan YouTube di angka 84%, diikuti Facebook dan Instagram masing-masing 73%. Mereka lebih aktif secara digital dari yang banyak orang kira.
Karakter mereka di Indonesia:
- sangat mengutamakan kepercayaan dan keamanan dalam bertransaksi,
- lebih sering menggunakan marketplace konvensional seperti Tokopedia dan Lazada karena sistem navigasi yang terstruktur dan ulasan produk yang dianggap lebih terpercaya,
- loyal kepada brand yang sudah mereka percaya sejak lama, dan
- lebih nyaman berbelanja di toko fisik meski mulai terbuka dengan belanja online.
Strategi marketing yang efektif:
Prioritaskan YouTube dan Facebook sebagai platform utama. Buat konten yang informatif, tidak terburu-buru, dan menjelaskan manfaat produk secara lengkap. Email marketing masih relevan untuk generasi ini karena mereka terbiasa dengan komunikasi yang lebih formal dan terstruktur.
Iklan di media tradisional seperti televisi juga masih sangat efektif untuk menjangkau Boomers di Indonesia. Pastikan proses pembelian terasa aman, mudah, dan ada opsi untuk berbicara langsung dengan seseorang.
2. Generasi X (Lahir 1965 hingga 1976)
Usia sekarang: sekitar 49 hingga 60 tahun
Generasi X adalah generasi yang paling sering dilupakan oleh brand di Indonesia. Padahal mereka sedang berada di puncak karier dan memiliki daya beli yang sangat signifikan.
Riset YouGov menunjukkan bahwa Gen X di Indonesia sangat mengandalkan rekomendasi dari keluarga dan teman sebelum memutuskan untuk berbelanja online. Faktor kedekatan emosional dan pengalaman langsung dari orang yang dipercaya jauh lebih meyakinkan bagi mereka dibanding konten digital.
Karakter mereka di Indonesia:
- mandiri, kritis, dan hati-hati dalam mengambil keputusan pembelian,
- aktif di YouTube (84%) dan Facebook (73%) berdasarkan data survei YouGov Indonesia 2025,
- lebih percaya pada word-of-mouth dan testimoni nyata dari orang-orang terdekat, dan
- berperan besar sebagai pengambil keputusan keuangan keluarga, termasuk untuk kebutuhan anak dan orang tua mereka.
Strategi marketing yang efektif:
Facebook dan YouTube adalah dua platform utama untuk menjangkau Gen X di Indonesia. Mereka menyukai informasi yang berguna dan konten yang dibagikan di beranda Facebook mengenai gaya hidup, tips, dan trik.
Strategi word-of-mouth, program referral, dan testimoni nyata dari pelanggan yang sudah ada sangat efektif untuk generasi ini. Loyalty program juga bekerja baik karena Gen X menghargai brand yang memberikan penghargaan atas kesetiaan mereka. Yang paling penting, tampilkan wajah Gen X dalam konten kamu. Mereka ingin merasa diakui, bukan diabaikan.
3. Generasi Y atau Millennials (Lahir 1977 hingga 1994)
Usia sekarang: sekitar 31 hingga 44 tahun
Millennials adalah generasi terbesar di Indonesia saat ini sekaligus yang paling aktif berbelanja online. Mereka tumbuh bersama internet dan sangat nyaman bertransaksi digital.
Berdasarkan ASEAN Consumer Sentiment Study (ACSS) 2025 yang dirilis UOB, Millennials merupakan generasi dengan proporsi terbesar dalam survei konsumen Indonesia, mencakup 42% responden. Mereka juga menjadi motor utama pertumbuhan e-commerce di Indonesia.
Karakter mereka di Indonesia:
- sangat mengandalkan ulasan produk sebelum membeli. Rating bintang lima bukan sekadar angka bagi mereka, melainkan ukuran keandalan produk dan penjual. Transparansi ulasan yang lengkap dengan foto dari pembeli sebelumnya menjadi kunci kepercayaan,
- paling responsif terhadap rekomendasi belanja online dari keluarga dan teman, dan dimotivasi oleh kemudahan berbelanja online,
- sangat aktif di Instagram, Tiktok, YouTube, dan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, dan
- peduli terhadap nilai dan dampak sosial dari brand yang mereka dukung.
Strategi marketing yang efektif:
Instagram dan YouTube adalah platform utama untuk menjangkau Millennials Indonesia. Konten storytelling yang autentik, ulasan produk yang jujur, dan testimoni pelanggan nyata sangat efektif.
Inovasi teknologi seperti live streaming dan konten video pendek mulai memengaruhi pola belanja Millennials, terutama melalui platform social commerce yang menggabungkan hiburan dengan aktivitas belanja. Gratis ongkir dan diskon juga tetap menjadi daya tarik kuat bagi segmen ini.
4. Generasi Z (Lahir 1995 hingga 2010)
Usia sekarang: sekitar 15 hingga 28 tahun
Gen Z adalah kekuatan konsumen masa depan Indonesia yang sudah sangat terasa dampaknya hari ini. Mereka adalah generasi digital native pertama yang benar-benar tidak kenal dunia tanpa internet.
Data ACSS 2025 menunjukkan Gen Z menjadi katalisator utama konsumsi ekonomi pengalaman di Indonesia, menyumbang lebih dari 50% total belanja kategori pengalaman meskipun hanya mencakup 31% dari total responden survei.
Karakter mereka di Indonesia:
- dalam enam bulan terakhir, Gen Z paling sering menggunakan Instagram (81%), TikTok (70%), dan YouTube (69%) sebagai platform media sosial utama mereka,
- sangat dipengaruhi oleh rekomendasi influencer dalam keputusan pembelian. Bagi Gen Z, media sosial adalah “etalase” utama yang membentuk persepsi mereka tentang produk,
- tidak mengejar kepemilikan barang, melainkan emosi dan kenangan yang dihasilkan dari konsumsi. Mereka rela membayar mahal untuk pengalaman yang relevan secara emosional, personal, dan autentik, dan
- sangat kritis dan tidak segan meninggalkan brand yang terasa tidak konsisten atau pura-pura peduli.
Strategi marketing yang efektif:
TikTok dan Instagram adalah medan tempur utama untuk menjangkau Gen Z Indonesia. Platform yang paling berpengaruh terhadap perilaku konsumsi Gen Z adalah TikTok, khususnya melalui fitur TikTok Shop.
Kemudahan, promosi, dan dorongan psikologis menjadi faktor yang mendorong keputusan pembelian mereka. Kolaborasi dengan micro-influencer yang relevan jauh lebih efektif dibanding iklan konvensional. Buat konten yang terasa nyata, tidak terlalu sempurna, dan mencerminkan nilai yang mereka pedulikan.
5. Generasi Alpha (Lahir 2011 hingga saat ini)
Usia sekarang: maksimal 14 hingga 15 tahun
Generasi Alpha adalah generasi pertama yang lahir sepenuhnya di era AI, media sosial, dan konektivitas tanpa batas. Yang tertua di antara mereka baru saja memasuki usia remaja awal pada 2026.
Meski belum punya daya beli mandiri, pengaruh mereka terhadap keputusan pembelian orang tua sangat besar dan tidak bisa diabaikan oleh UMKM.
Psikolog Klinis Universitas Indonesia, Teresa Indira, menjelaskan bahwa pada 2026 kelompok awal Generasi Alpha telah memasuki fase pra-remaja hingga remaja awal. Platform seperti TikTok dan YouTube sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian mereka.
Karakter mereka di Indonesia:
- YouTube, TikTok, dan Twitch adalah saluran hiburan utama mereka. Mereka tidak kenal istilah “nunggu jam tayang” karena semua bisa ditonton on-demand kapanpun mereka mau,
- sangat aktif berinteraksi dengan konten, bukan hanya menonton tapi juga mengomentari, menyebarkan, bahkan membuat konten ulang, dan
- per Maret 2026, pemerintah Indonesia mulai menerapkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun melalui PP Tunas. Platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan Facebook wajib menyediakan sistem verifikasi usia dan kontrol orang tua.
Strategi marketing yang efektif:
Karena adanya regulasi pembatasan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun, pendekatan paling efektif adalah memasarkan produk kepada orang tua Gen Alpha, yaitu Millennials dan Gen Z, dengan pesan yang juga relevan bagi anak-anak mereka.
Konten edukatif dan interaktif di YouTube Kids atau platform yang ramah anak jauh lebih aman dan efektif. Pastikan pesan marketing kamu menyentuh aspek keamanan, kualitas, dan nilai edukatif yang menjadi perhatian utama orang tua.
Ringkasan: Satu Brand, Lima Cara Berbicara
| Generasi | Platform Utama di Indonesia | Pendekatan Kunci |
|---|---|---|
| Baby Boomers | YouTube, Facebook, TV | Kepercayaan, informasi lengkap |
| Generasi X | Facebook, YouTube, Word-of-mouth | Rekomendasi nyata, loyalty program |
| Millennials | Instagram, Tiktok, YouTube, Marketplace | Ulasan produk, social commerce |
| Generasi Z | TikTok, Instagram | Influencer, pengalaman, autentik |
| Gen Alpha | YouTube, Tiktok, Twitch dan melalui orang tua | Konten interaktif, edukasi |
Kamu tidak harus membuat lima kampanye yang sepenuhnya berbeda. Cukup satu pesan brand yang kuat, lalu sesuaikan format, platform, dan cara berbicaranya untuk setiap generasi.
Kalau kamu butuh bantuan merancang strategi marketing yang benar-benar tepat sasaran untuk target generasi bisnismu, Apookat siap jadi partner strategismu. Kami sudah membantu ratusan UMKM Indonesia tumbuh dengan pendekatan yang relevan dan terukur. Hubungi kami sekarang!
FAQ: Strategi Marketing Berdasarkan Generasi di Indonesia
Apakah semua generasi di Indonesia sudah aktif belanja online? Ya, hampir semua generasi di Indonesia sudah bersentuhan dengan belanja online, meski dengan intensitas dan platform yang berbeda. Baby Boomers mulai terbuka dengan Tokopedia dan Lazada, sementara Gen Z lebih aktif di TikTok Shop dan Instagram Shopping.
Generasi mana yang paling besar pengaruhnya untuk bisnis UMKM saat ini? Millennials dan Gen Z saat ini menjadi dua segmen paling aktif secara digital di Indonesia. Namun Gen X juga tidak bisa diabaikan karena memiliki daya beli tertinggi dan sering menjadi pengambil keputusan keuangan keluarga.
Bagaimana cara menjangkau Generasi Alpha tanpa melanggar regulasi baru? Fokuskan pesan kepada orang tua mereka, yaitu Millennials dan Gen Z, sambil membuat konten yang menarik bagi anak. Hindari menargetkan langsung anak di bawah 16 tahun di platform yang sudah diatur dalam PP Tunas 2026 dan prioritaskan platform edukatif yang ramah anak.




