fbpx

Mendalami Technical SEO untuk Mengalahkan Kompetitormu

  • Home
  • Artikel
  • Mendalami Technical SEO untuk Mengalahkan Kompetitormu

Mendalami Technical SEO untuk Mengalahkan Kompetitormu

Kamu sudah membuat strategi konten yang tepat untuk pemasaranmu atau belum?

Nah, salah satu strategi konten yang tepat adalah dengan membuat artikel SEO. Manfaat menggunakan artikel SEO adalah membuat website-mu mendapatkan banyak pengunjung dari berbagai belahan dunia. Bahkan, kamu bisa mengalahkan kompetitor bisnismu dengan artikel SEO.

Namun, membuat artikel SEO saja masih belum cukup mengalahkan kompetitormu. Kamu juga memerlukan faktor lain, seperti technical SEO.

Mengapa memerlukan technical SEO? Selama kamu memiliki website, maka kamu membutuhkan technical SEO. Beruntungnya kamu yang membaca artikel ini, karena kami akan menjelaskan apa itu technical SEO dan bagaimana cara kerjanya.

Kamu siap?

Apa Itu Technical SEO?

Website merupakan salah satu caramu untuk meningkatkan brand awareness (kesadaran merek) dan melakukan pemasaran. Oleh karena itu, kamu membutuhkan technical SEO agar mesin pencari Google mudah untuk menemukan website-mu.

Menurut laman Backlinko, technical SEO adalah proses memastikan bahwa situs web memenuhi persyaratan teknis mesin pencari modern dengan tujuan meningkatkan peringkat organik. Elemen penting dari technical SEO adalah

  • crawling,
  • indexing,
  • rendering, dan
  • website architecture

Mengapa Technical SEO Penting untuk Website-mu?

Ketika kamu menerapkan technical SEO dengan baik, website-mu bisa berada di halaman pertama pencarian pengguna. Ingat ya! Konten yang bagus saja belum cukup. Kamu memerlukan technical SEO untuk menyedot banyak pengunjung.

Proses dan hasil penerapannya memang membutuhkan waktu. Terlebih lagi, jika kamu ingin mengalahkan kompetitormu, terapkanlah technical SEO ini dengan sebaik-baiknya. Kamu siap?

Langkah-Langkah Strategis Technical SEO

Gunakanlah SSL/TSL

Apa itu SSL? SSL (Secure Sockets Layer) adalah teknologi keamanan digital yang melindungi koneksi browser pengguna dengan website yang mereka kunjungi.

Saat ini, istilah SSL sepenuhnya digantikan dengan istilah TLS atau Transport Layer Security.

Hindari Duplikat Konten

Duplikat konten yang kami maksud adalah saat konten (artikel) yang sama berada dalam URL yang berbeda. Jika kamu ingin menulis konten dan merujuk dari website lain, pastikan untuk menggunakan teknik ATM (Amati Tiru Modifikasi), ya.

Hal ini penting untuk kamu terapkan, mengapa? Karena, jika kontenmu terindikasi menjiplak dari website mana pun. Google mampu membatasi kontenmu sehingga tidak akan tampil di hasil pencarian.

Jadi, usahakan menciptakan konten yang orisinil dan sesuai dengan ciri khas brand/bisnismu, ya!

Gunakan Canonical Tags

Canonical tags adalah solusi untuk menyelesaikan masalah kontenmu yang duplikat. Dengan canonical tags, kamu dapat memberikan tanda bahwa kontenmulah yang seharusnya diindeks Google.

Perhatikan Javascript di Website-mu

Javascript adalah bahasa pemrograman yang populer dan dinamis. Banyak mesin pencari menggunakan Javascript. Dengan javascript yang baik, akan meningkatkan visibilitas website-mu sehingga mesin pencari mudah mengindeksnya.

Buatlah XML Sitemap

Sumber: yoast.com

XML sitemap adalah suatu daftar yang berisi URL pada sebuah website. XML sitemap bekerja sebagai peta bagi mesin pencari untuk menemukan halaman penting pada website-mu. Hasilnya, website-mu semakin besar peluangnya untuk muncul di halaman pencarian.

Perbaiki Website Architecture-mu

Website architecture adalah struktur yang mengatur dan menunjukkan isi konten dalam website-mu. Strukturnya, dibuat berdasarkan internal link dan menunjukkan hierarki halaman pada website-mu. Hasilnya, akan memudahkan pembaca dan robot mesin pencari untuk menjelajahi antarhalaman di website-mu.

Bayangkan, apa jadinya, jika pembaca dan robot mesin pencari sulit memahami isi website-mu? Ya, besar kemungkinan, website-mu sulit terindeks dan berimbas pada hasil pencarian pengguna di mesin pencari.

Gambaran dari website architecture kurang lebih seperti ini.

https://blog.hubspot.com/marketing/website-architecture/

Cek Kembali URL Structure

URL structure terdiri dari 5 elemen, yaitu

  • scheme,
  • subdomain,
  • second-level domain,
  • top-level domain, dan
  • subdirectory.

Biasanya, scheme muncul dalam bentuk HTTPS. HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) adalah protokol komunikasi di internet yang dienkripsi. Enkripsi adalah penyandian teks pada internet. Dengan penyandian maka komunikasi di internet menjadi bersifat rahasia dan aman.

Subdomain adalah lokasi spesifik dalam sebuah alamat situs. Second-level domain adalah alamat situsmu. Top-level domain menunjukkan entitas organisasi yang kamu daftarkan di internet. Contohnya adalah dot com, dot id, atau dot org.

Subdirectory adalah bagian dari subfolder dalam situsmu, yaitu salah satu bagian dari halamanmu. Hal ini bertujuan untuk membantu robot mesin pencari lebih mudah merayapi situsmu.

Jadi, pastikan URL structure website-mu singkat, padat, dan jelas, ya.

Hindari Thin Content

Thin content (konten tipis) adalah konten yang memiliki sedikit manfaat––atau bahkan tanpa manfaat––bagi pembaca. Contoh dari thin content, seperti

  • halaman giveaway,
  • duplikat konten,
  • konten dengan sedikit tulisan,
  • dll.

Google akan jarang menampilkan thin content tersebut. Mengapa? Karena Google menganggap bahwa konten tersebut sepele atau tidak berbobot. Alhasil, jauh dari tingkat relevansi dari hasil pencarian pengguna.

Jadi, tugasmu adalah memastikan bahwa kontenmu informatif dengan penjelasan yang memudahkan pengguna.

Gunakan Plugin SEO

Salah satu plugin rekomendasi untuk SEO adalah Yoast SEO. Plugin sudah sangat terkenal dan banyak ahli SEO merekomendasikannya. Yoast SEO memiliki 2 versi, yakni versi gratis dan berbayar. Jika kamu ingin menggunakannya, silakan sesuaikan dengan bujetmu juga, ya. Tentunya versi yang berbayar memiliki fitur yang jauh lebih lengkap.

Lebih dari itu, fitur-fiturnya sangat membantumu dalam mengoptimalkan SEO, seperti

  • mengetahui panjang pendeknya kalimat,
  • analisis tingkat keterbacaan (readability),
  • analisis skor penggunaan kata kunci dalam tulisan, 
  • dan masih banyak lagi.

Karakteristik Website yang Telah Dioptimalisasi Secara Teknis

Loading-nya Cepat

Pembaca biasanya malas mengunjungi website dengan loading yang lambat. Mereka akan cepat beralih ke website lain. Inilah yang harus kamu hindari untuk mencegah pengunjung beralih ke website lain. Untuk terhindar dari masalah ini, kamu harus memeriksa kecepatan loading website-mu.

Kamu bisa memanfaatkan 10 alat berikut ini, seperti

Memudahkan Web Crawler

Salah satu cara kerja robot mesin pencari adalah merayap (crawl) pada website-mu. Struktur link internal yang bagus dapat menghindarimu dari masalah ini. Semakin rapi strukturnya, maka mesin pencari semakin mudah menemukan, mengindeks, dan merayapi website-mu.

Terhindar dari Broken Link

Selain loading website yang lambat, pembaca juga kesal dengan halaman website yang tidak dapat ditemukan. Hal ini disebut juga sebagai 404 page error. Oleh karena itu, kamu harus memeriksa link website-mu secara berkala.

Terhindar dari Duplikat Konten

Konten yang duplikat selain terjadi pada website-mu dengan web lain. Juga, ada konten duplikat di dalam website-mu sendiri. Kamu dapat menyiasatinya dengan canonical tags.

Pengguna Mengakses Halamanmu dengan Aman

Salah satu hal yang penting bagi pengunjung adalah website yang aman diakses. Tak ada pengunjung yang mau datanya dicuri. Kamu perlu memastikan bahwa website-mu aman bagi pengunjung. Hal terpenting untuk menjamin keamanan website adalah mengimplementasikan HTTPS.

Kesimpulan

Mempelajari poin-poin di atas termasuk mubazir, jika kamu tanpa melakukan action dengan segera! Pastikan, setiap langkah yang kamu kerjakan, awali dan akhiri dengan doa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, ya.

Jika kamu mengalami kendala, silakan hubungi kami.

Rujukan

The 5 Basic Parts of a URL: A Short Guide

Technical SEO: The Definitive Guide

What’s technical SEO? 8 technical aspects everyone should know • Yoast

The Definitive Guide to JavaScript SEO (2021 Edition) – Moz.

Introduction To Canonicalization For Technical SEO.What is an XML sitemap and why should you have one? • Yoast.

Prev
Next
Drag
Map