fbpx

Mengenal Konsep Marketing Mix 7P dan Fungsinya

  • Home
  • Artikel
  • Mengenal Konsep Marketing Mix 7P dan Fungsinya
Marketing Mix

Mengenal Konsep Marketing Mix 7P dan Fungsinya

Ketika Anda ingin mempelajari Digital Marketing maka sebaiknya Anda mempelajari Konsep Marketing terlebih dahulu. Salah satunya adalah belajar mengenai Konsep Marketing Mix.

Mungkin Anda pernah mendengar istilah Marketing Mix ini baik di Seminar, Workshop, Media Sosial atau pun di Group Whatsapp maupun Group Telegram. Namun, apakah Anda pernah mempelajarinya lebih lanjut? Jika belum, artikel ini adalah tempat yang tepat untuk memulai mempelajari konsep marketing mix.

Pengertian Marketing Mix

Marketing mix atau dalam bahasa indonesia Bauran pemasaran adalah kumpuluan variabel marketing yang digunakan untuk mencapai tujuan marketing pada pasar yang telah ditargetkan. Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh seorang profesor Marketing Harvard pada tahun 1948, Neil Borden.

Saat itu Neil Borden baru saja mengenalkan istilah, tapi belum menyusun komponen dalam Marketing Mix. Pada tahun 1960 E. Jerome McCarthy baru memperkenalkan empat variabel utama Marketing Mix, yaitu Product, Price, Place, dan Promotion.

Marketing Mix sudah lama digunakan oleh para pemilik bisnis di banyak negara untuk menyusun strategi marketing yang efektif untuk sebuah bisnis. Konsep ini dapat Anda gunakan di bisnis yang baru di buat ataupun di bisnis yang sudah berjalan.

Mengenal Marketing Mix 7P

Awalnya Marketing Mix hanya mencakup 4 Variabel Utama, yaitu Product, Price, Place, dan Promotion. Namun, dalam perkembangannya terdapat berbagai modifikasi elemen dari para ahli.

Salah satu perkembangan konsep Marketing Mix yang paling banyak dikenal adalah Marketing Mix 7P. Konsep ini dikenalkan oleh Booms dan Bitner yang berisi 4 Variavel utama ditambah 3 Variabel baru, yaitu Physical Evidance, People, dan Process.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Marketing Mix 7P:

1. Product

Product (Produk) adalah apa yang akan Anda Produk dan Anda Jual. Produk saat ini tidak terbatas pada bentuk Fisik saja ataupun Makanan, Produk juga bisa berupa Jasa, ataupun produk digital seperti Website, Aplikasi dan Ecourse.

Perlu diingat ketika Anda akan menciptakan produk, Anda harus memproduksi produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Karena itulah Anda perlu melakukan riset produk terlebih dahulu, untuk menemukan apa yang dibutuhkan oleh pasar dan solusi apa yang bisa Anda tawarkan.

Untuk memudahkan Anda melakukan riset pasar, berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang perlu Anda jawab:

  • Apa masalah yang dihadapi konsumen?
  • Solusi (produk) apa yang bisa Kamu tawarkan?
  • Bagaimana konsumen akan menggunakan produk Kamu?
  • Apa keunikan dari produk yang Kamu tawarkan?

Banyak bisnis yang gagal di tengah jalan karena produknya tidak dibutuhkan oleh pasar dan tidak melakukan riset terlebih dahulu. Banyak pemilik bisnis yang terjebak hanya menciptakan produk yang hanya mengandalkan ide subjektif, tanpa riset terlebih dahulu.

Perlu Anda ketahui, membuat produk yang tidak diinginkan oleh konsumen adalah faktor kegagalan terbesar kebanyakan perusahaan rintisan (startup). Karene berdasarkan data dari 100firsthits.com, 36% perusahaan rintisan gagal karena menciptakan produk yang salah.

Jadi pastikan Anda membuat produk yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pasar berdasarkan data-data yang Anda temukan di lapangan. Bukan sekedar ide Subjektif Anda saja.

2. Price

Selanjutnya ada Price atau Harga adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk dapat membeli atau menggunakan produk Anda. Harga yang terlalu rendah dan terlalu tinggi bisa berbahaya pada keberlangsungan bisnis.

Untuk menentukan harga jual produk yang tepat agar tidak menyurutkan minat pembeli, maka Anda bisa menggunakan rumus Break Even Price. Dalam ilmu ekonomi rumus ini sering digunakan untuk menentukan harga jual produk agar bisnis tidak merugi.

Berikut rumus Break Even Price:


(Total Fixed Cost/Production Volume) + Variable Cost Per Unit = Break Even Price

  • Total Fixed Cost adalah biaya keseluruhan pembuatan produk. Termasuk didalamnya biaya material, biaya tenaga kerja, dan biaya lainya seperti ATK, Marketing dll
  • Production Volume adalah jumlah keseluruhan produk yang dibuat
  • Variable Cost Per Unit adalah biaya pembuatan satu buah produk, atau sering di sebut Harga Pokok Produk

Nah, itu dia rumus untuk menuntukan Harga jual Produk kamu. sebenarnya kamu pun bisa menambahkan sedikit lagi margin untuk keuntungan kamu, tapi perlu di ingat jika bisnismu masih baru dan brand mu belum di kenal, maka jangan terlalu kemahalan yah. perlahan saja untuk menaikan Harga jualnya.

3. Place

Place dalam bahasa indonesia adalah tempat atau lokasi dimana berjalannya bisnis Anda berdiri. Dimana, jika tempat atau lokasi bisnis Anda semakin strategis, maka semakin besar juga keuntungan yang akan Anda dapatkan. Dengan lokasi yang strategis, calon konsumen atau konsumen dapat lebih mudah menemukan dan menjangkau bisnis Anda, sehingga transaksi penjualan lebih mudah terjadi.

Place tidak hanya mencakup lokasi bisnis Anda saja, tetapi bisa juga mencakup kantor pusat, kantor cabang, pabrik hingga gudang penyimpanan. Place juga saat ini tidak lagi terbatas pada lokasi fisik saja. Anda pun bisa menggunakan Internet sebagai tempat jualan, seperti memanfaatkan Website Toko Online, Marketplace, dan Media Sosial.

4. Promotion

Promotion atau promosi adalah aktivitas untuk memperkenalkan Brand bisnis Anda dan meningkatkan kesadaran akan brand (Brand Awareness) Anda, serta upaya untuk dapat menjual produk Anda. BIsa di bilang ini adalah salah satu variabel marketing mix yang paling penting.

Anda Tidak perlu khawatir dengan budget minim, karena saat ini Anda dapat melakukan kegiatan promosi menggunakan berbagai macam media online, mulai dari Media Sosial, Marketplace, Iklan Online seperti Facebook Ads dan Google Ads, hingga mempromosikannya melalui website bisnis Anda sendiri. Promosi dengan Media Online atau Internet sangat terjangkau di bandingkan Anda mempromosikan bisnis Anda melalui Radio, Televisi ataupun surat kabar.

Baca Juga : Menghitung ROI Marketing

5. Physical Evidence

Physical evidence atau bukti fisik tidak harus selalu produk fisik saja. Produk Fisik hanyalah salah satu dari sekian banyak physical evidence.

Bukti fisik bisa berwujud dalam bentuk kaos, seragam karyawan, brosur, event, website bisnis hingga merchandise seperti sticker, pulpen, mug, dll

Contohnya Apookat tidak memiliki produk dalam bentuk fisik, sehingga Apookat menyediakan Merchandise sebagai physical evidence bagi konsumennya.

6. People

Sumber Daya Manusia(SDM) merupakan komponen penting dalam konsep marketing mix. Faktor SDM sangat menentukan maju atau tidaknya sebuah bisnis. Dalam merekrut SDM Anda haruslah berhati-hati, karena salam dalam memilih SDM bisa berakibat fatal pada bisnis Anda.

3 Alasan kenapa SDM yang buruk berakibat fatal pada bisnis Anda:

  • Pertama, Anda rugi secara finansial, proses rekrutmen membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk menemukan orang yang layak. Jika Anda merekrut orang yang kurang tepat tentu biaya rekrutmen tersebut tidak menghasilkan apa pun bagi perusahaan Anda.
  • Kedua, merekrut SDM yang salah juga dapat mempengaruhi produktivitas perusahaan Anda. pertama jika rekrutmen tidak sesuai dengan ekspektasi Anda dan kedua jika sesuai ekpektasi Anda dan di butuhkan perusahaan tetapi orang tersebut memiliki prilaku yang tidak baik dan malah menghambat kerja tim.
  • Ketiga, Kesalahan dalam merekrut SDM juga bisa berakibat buruk pada reputasi bisnis Anda.

Jadi, berhati-hatilah dalam merekrut SDM dan pastikan Anda mendapatkan SDM yang sesuai untuk Perusahaan Anda, karena seringkali bisnis mengabaikan variabel marketing mix satu ini.

7. Process

Process adalah alur yang perlu dilakukan oleh konsumen untuk menggunakan produk atau jasa bisnis Anda. Untuk lebih mudahnya proses adalah pengalaman atau journey konsumen Anda mulai dari awal mengetahui bisnis Anda sampai ia melakukan pembelian atau menggunakan produk atau jasa bisnis Anda.

Jadi proses ini dimulai dari bagaimana konsumen mengetahui produk Anda baik itu dari media sosial, iklan, website ataupun media lainnya. Ketika konsumen tertarik untuk membeli produk Anda, ia harus melakukan order. Proses ini terus berlangsung sampai konsumen menggunakan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

FUNGSI MARKETING MIX

Marketing mix berfungsi untuk bisnis Anda agar dapat merumuskan strategi marketing yang efektif. karena Produk bagus saja belum cukup, sehingga Anda perlu menggunakan konsep marketing mix ini. Dengan marketing mix Anda dapat mengkomunikasikan produk Anda kepada target market yang tepat dan dengan pesan yang sesuai.

Saatnya Terapkan Marketing Mix Pada Bisnis Anda Sekarang!

Setelah Anda membaca dan mempelajari mengenai Konsep Marketing Mix, yuk, saatnya menerapkan dan mempraktekannya secara langsung di bisnis Anda. mudah-mudahan penjelasan kami di atas sudah cukup menjawab pertanyaan Anda mengenai konsep marketing mix.

Terima Kasih sudah berkunjung ke artikel kami, jika ada pertanyaan, silakan ajukan di kolom komentar.

Prev
Next
Drag
Map