fbpx

Begini Cara Sukses Bisnis dengan Affiliate Marketing

  • Home
  • Artikel
  • Begini Cara Sukses Bisnis dengan Affiliate Marketing

Begini Cara Sukses Bisnis dengan Affiliate Marketing

Ketika memutuskan untuk berbisnis, kamu sudah harus mempelajari dunia digital. Saat ini banyak pemula yang baru mulai usaha langsung go digital untuk menjangkau calon pembeli yang lebih luas lagi. Bahkan ada beberapa yang memulainya dari digital dulu sebelum akhirnya memiliki toko fisik.

Pada pembahasan kali ini kamu akan belajar bagaimana cara sukses bisnis dengan affiliate marketing. Affiliate marketing salah satu strategi pemasaran digital yang dapat kamu terapkan ke bisnis kamu. Sehingga nantinya diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan bisnis kamu.

Sudah tidak sabar ingin tahu lebih dalam soal affiliate marketing? Yuk simak penjelasannya!

Affiliate Marketing Adalah

affiliate marketing

Kamu harus tahu apa itu affiliate marketing agar paham maksud dan tujuannya. Affiliate marketing atau bisa disebut pemasaran afiliasi adalah strategi promosi menjual produk atau jasa melalui digital yang berbasis komisi.

Ada tiga elemen yang saling berhubungan dalam affiliate marketing.

  1. Pemilik bisnis
  2. Afiliasi
  3. Konsumen

Jadi, kalau bisnis kamu sudah online, langkah selanjutnya adalah membuat program afiliasi. Program ini akan memberikan kesempatan bagi siapa saja, afiliasi, yang ingin mempromosikan, menjual produk atau jasa bisnis milik kamu.

Jika ada yang calon konsumen yang melakukan tindakan beli, download, klik dan lain-lain, dari penawaran oleh afiliasi, maka kamu harus memberi komisi afiliasi tersebut.

Beberapa Jenis Komisi Affiliate Marketing

Affiliate marketing memiliki berbagai macam jenis komisi. Kamu dapat menawarkan program afiliasi tersebut berdasarkan objektif goal bisnis yang ditargetkan.

1. Afiliasi Penjualan (Pay per Sale)

Komisi diberikan setelah affiliate marketer berhasil menjual produk atau jasa bisnis kamu melalui link yang sudah terdaftar.

Objektif bisnisnya adalah melakukan penjualan. Kehadiran afiliasi akan sangat membantu penjualan produk atau jasa yang kamu sediakan.

3. Afiliasi Tindakan (Pay per Action)

Komisi diberikan setelah affiliate marketer melakukan tindakan, seperti berlangganan newsletter, isi data diri, klik, dan sebagainya.

Dalam dunia digital sebelum menjadi konsumen, biasanya mereka akan melewati step by step hingga akhirnya menjadi konsumen. Salah satu journey-nya adalah dengan berlangganan newsletter, isi form, dan sebagainya.

4. Afiliasi install (Pay per Install)

Komisi diberikan setelah konsumen mengunduh aplikasi.

Sebagian bisnis ingin membuat konsumennya membeli produk di aplikasi milik sendiri. Oleh sebab itu afiliasi install juga bisa jadi daftar program affiliate marketing bisnis kamu.

5. Afiliasi Prospek (Pay per Lead)

komisi diberikan setelah konsumen melakukan tindakan prospek bisnis.

Lead dalam sebuah bisnis yang terjun di dunia digital adalah data base calon customer. Afiliasi prospek ini akan membantu bisnis kamu untuk mendapatkan hal itu. Sehingga kamu bisa langsung fokus ke level warm customer.

6. Afiliasi Klik (Pay per Click)

komisi diberikan setelah konsumen melakukan klik pada tautan afiliasi. Kebutuhan klik biasanya untuk membantu meningkatkan traffic ke bisnis kamu.

Bagaimana Cara Kerja Affiliate Marketing

Cara kerja affiliate marketing sangat mudah. Seseorang profesional afiliasi mendaftar program affiliate marketing pada sebuah bisnis. Setelah bergabung akan memperoleh link afiliasi di halaman member.

Kemudian mereka membuat konten promosi di website, media sosial, ataupun broadcast whatsapp dengan menyertakan link afiliasi tersebut. Jika ada calon customer yang mengklik link itu maka komisi didapatkan.

Bisnis kamu semakin cepat berkembang seiring dengan banyaknya afiliasi yang tergabung dalam program affiliate marketing kamu.

Mengapa Bisnis Kamu perlu Affiliate Marketing

Affiliate marketing merupakan strategi pemasaran yang sangat populer di era sekarang. Kamu hanya perlu membuat program afiliasi dan fokus pada kualitas produk atau jasa. Di Indonesia ada banyak afiliasi profesional yang bisa membantu pemasaran produk atau jasa bisnis kamu.

6 Alasan kenapa bisnis kamu perlu Affiliate Marketing:

1. Tidak Perlu Memikirkan Strategi Marketing

Membentuk tim marketing bukan pekerjaan yang mudah. Kamu harus menganalisa kinerja marketing, mengevaluasi hingga mengoptimalkannya. Dengan affiliate marketing, strateginya sudah dipikirkan oleh afiliasinya.

2. Resiko rendah

Dengan tidak adanya tim marketing membuat resiko marketing kamu rendah. Ada biaya yang perlu dikeluarkan jika kamu memiliki tim marketing. sementara kegagalan tim marketing akan membuat bisnis kamu beresiko tinggi untuk mengalami kebangkrutan.

3. Memangkas Biaya Marketing

Seperti yang kamu tahu, digital marketing itu memiliki banyak channel, di media sosial saja ada tiktok, instagram, facebook, belum lagi mesin pencari google. Artinya ketika affiliate program kamu dapat menjangkau itu semua, kamu sudah memangkas banyak biaya marketing.

4. Penjualan Stabil

Seorang afiliasi sudah memiliki target pasar. mereka memiliki pengikut dan pembaca sehingga penjualan akan cenderung stabil.

5. Tidak Perlu Menganalisa Pasar

Alasan terakhir kenapa bisnis kamu perlu affiliate marketing, kamu tidak perlu repot repot menganalisa pasar secara mendalam. Kamu hanya menentukan angle dan value proposition dari bisnis kamu. Untuk kondisi pasar yang mendetil bisa diserahkan ke afiliasi kamu.

Jenis-jenis Afiliasi pada Affiliate Marketing

Untuk memahami lebih lanjut tentang bisnis sebagai affiliate marketer, kamu harus mengenal jeni-jenis afiliasi ini. Sebagai pondasi awal dalam menentukan produk apa yang akan kamu promosikan.

1. Influencer

Seorang yang dapat mempengaruhi keputusan pasar dalam membeli suatu produk. Biasanya influencer ini bermain di media sosial, seperti tiktok, instagram, facebook dan sebagainya.

Seorang influencer memiliki pengikut yang setia. Sehingga apa yang diinformasikan seorang influencer kepada pengikutnya memungkinkan untuk mendatangkan penjualan.

Sebagai pemilik bisnis kamu bisa bekerja sama menggandeng influencer dari berbagai media sosial. Buatkan affiliate program untuk mereka.

2. Blogger

Seorang blogger, aktif menulis di situs pribadi miliknya. Tulisannya berupa review produk, pengalaman bahkan informasi dan edukasi tentang produk atau jasa.

Blogger juga memiliki pembaca setianya, pengunjung websitenya. Sehingga artikel yang disajikan dapat langsung diterima oleh pembacanya.

Kamu bisa juga bekerja sama dengan blogger untuk program afiliasi. Dengan blogger menyertakan tautan link pada kata yang mendeskripsikan bisnis kamu.

3. Media Massa

Jenis affiliate marketing yang cakupannya cukup luas. Namun jarang sekali digunakan oleh pemilik bisnis yang baru buka. Media massa memiliki harga yang cukup tinggi dibanding 2 sebelumnya.

Seiring dengan pertumbuhan bisnis, jenis affiliate marketing ini bisa kamu pertimbangkan.

Perbedaan Affiliate Marketing dengan Reseller

Terus apa bedanya dengan reseller? Sekilas terlihat sama. Sama-sama memberikan komisi. Tapi ternyata ada pembeda, antara affiliate marketing, dengan reseller.

Affiliate Marketing, hanya perlu mendaftar tidak perlu membeli produknya. Margin komisi sekitar 20% sampai 40%. Jenis komisinya luas.

Reseller, harus membeli dahulu produknya. Margin komisi sekitar 30% sampai 80%. Jenis komisi penjualan.

Jadi ketika kamu ingin membuka reseller, kamu sudah tahu berapa persentase keuntungan yang harus kamu sisihkan untuk komisi. Begitu juga dengan afiliasi.

Melirik Peluang Bisnis sebagai Affiliate Marketer

Selain menggunakan strategi affiliate marketing untuk bisnis. Kamu juga bisa membangun bisnis sebagai affiliate marketer. 4 hal yang harus kamu perhatikan sebagai affiliate marketers.

1. Tulislah Konten yang Berkualitas

Konten yang berkualitas sangat penting untuk bisa mempengaruhi pengikut atau pembaca. Konten kamu harus dapat dipahami dan menarik. Hal ini akan secara tidak langsung mengajak pembaca melakukan sesuatu tergantung campaign kamu.

2. Terapkan SEO

SEO sangat penting untuk muncul di halaman pencarian google, bing dan lainnya. Tulisan kamu sesuai dengan SEO akan memudahkan pembaca menemukan apa yang dicarinya.

3. Manfaatkan Media Sosial

Saat ini dalam pengambilan keputusan untuk membeli tidak bergantung pada satu channel. Beberapa channel marketing saling terhubung sebagai bagian dari customer journey. Dan itu termasuk dalam funnel marketing.

4. Upselling

Kamu bisa membuat satu konten dengan konsep upselling. Pembahasan ini akan kamu pahami ketika kamu sudah mengerti tentang funnel marketing.

Lakukan Affiliate Marketingmu Sekarang!

Apookat digital agency, salah satu solusi untuk kamu yang ingin mengembangkan bisnis barumu di dunia digital. Untuk membuat affiliate program berbasis website tentu saja membutuhkan banyak pengalaman. Pengalaman membuat sistem di dalam website tersebut, agar program afiliasi kamu tetap dapat terpantau.

Kamu bisa konsultasikan di sini dan mulai kembangkan bisnismu!

Prev
Next
Drag
Map