fbpx

Keunggulan Memahami Customer Acquisition Cost dalam Pengembangan Bisnis dan 2 Metode Perhitungannya

Daftar Isi

Halo, Para Pelaku Bisnis! Siap memacu bisnis Anda ke tingkat lebih tinggi? Kali ini, saya akan membahas tentang rahasia mendapatkan pelanggan dengan biaya yang lebih efisien, yaitu Customer Acquisition Cost atau CAC. Jangan khawatir, kita akan membahasnya secara menyenangkan dan mudah dipahami, sehingga Anda tidak akan merasa bosan.

CAC sangat penting untuk mengontrol biaya yang Anda keluarkan dalam upaya mendapatkan pelanggan baru. Lantas, apa sebenarnya CAC itu? Secara sederhana, CAC adalah metrik yang dapat Anda gunakan untuk mengukur efektivitas strategi pemasaran yang Anda jalankan. Intinya, CAC ini menjadi pendamping Anda dalam dunia pemasaran digital.

Di era digital saat ini, digital marketer berperan layaknya pahlawan yang membantu perusahaan memasarkan produk melalui dunia maya. Mereka tidak hanya harus pandai merancang strategi pemasaran dan kampanye, tetapi juga dituntut untuk mampu melakukan penjualan. Para digital marketer memiliki resep rahasia: menarik pelanggan sebanyak-banyaknya dengan biaya sekecil-kecilnya. Dengan begitu, biaya pemasaran menjadi ringan, dan perusahaan Anda dapat semakin menguntungkan.

Mari kita mulai petualangan dalam memahami CAC! Tak hanya membahas CAC, saya juga akan mengajarkan Anda cara menghitung dan mengurangi biaya CAC. Jadi, bersiaplah untuk belajar dan mengoptimalkan strategi pemasaran Anda setelah membaca artikel ini!

Ayo, kita jelajahi dunia pemasaran digital dengan cara yang lebih seru dan menarik. Jangan ragu untuk berbagi pendapat dan komentar Anda, Pelaku Bisnis! Selamat membaca dan semoga sukses selalu!

Bacaan Lainnya: 5 KPI Digital Marketing Paling Penting untuk Bisnis

Pengertian Customer Acquisition Cost

customer acquisition cost (cac)

Customer Acquisition Cost (CAC) adalah metrik yang mengukur biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan pelanggan baru. Secara khusus, CAC menjadi indikator penting untuk mengukur kinerja tim pemasaran dan penjualan dalam memperoleh konsumen dan membeli produk yang ditawarkan perusahaan.

Untuk mengevaluasi keberhasilan tim pemasaran dan penjualan dalam mengurangi CAC, Anda perlu membandingkannya dengan Customer Lifetime Value (CLV). Apabila CLV lebih besar dibandingkan CAC, ini tentu akan menguntungkan perusahaan untuk memperoleh tingkat keuntungan yang lebih besar, dan sebaliknya.

Manfaat CAC untuk Bisnis

Dengan menggunakan CAC, perusahaan dapat mengidentifikasi pelanggan yang memiliki Customer Lifetime Value (CLV) tinggi dan biaya akuisisi rendah. Hal ini membantu perusahaan dalam menghitung Return on Investment (ROI) pemasaran dan mengoptimalkan strategi pemasaran yang mereka jalankan. Berikut beberapa manfaat CAC bagi bisnis Anda:

  • Menganalisis efektivitas strategi pemasaran dan penjualan
  • Membantu mengalokasikan sumber daya pemasaran secara efisien
  • Menyediakan informasi yang berguna untuk mengatur anggaran dan target penjualan
  • Membantu menilai kinerja tim pemasaran dan penjualan
  • Menyediakan data yang membantu dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik

Nah, dengan adanya CAC tentu lebih mudah bagi investor untuk menghitung Return of Investment (ROI) dengan akurat atas akuisisi konsumen. Tentu ini sejalan dengan pandangan Jordan T. McBride dari ProfitWell yang menulis:

“Biaya akuisisi pelanggan dirancang untuk mengukur dan mempertahankan profitabilitas tim akuisisi Anda. Jika biaya Anda untuk mendapatkan pelanggan melalui pintu lebih tinggi dari customer lifetime value (CLV) Anda, maka bisnis tidak dapat berjalan. Aturan praktis terbaik adalah membelanjakan 33% atau kurang dari CLV Anda.”

Bacaan Lainnya: Mengenal Apa Itu Key Performance Indicator (KPI) dan Contohnya

Cara Menghitung Customer Acquisition Cost

Perhitungan CAC bisa kamu ketahui dengan membagi total biaya untuk memperoleh sebanyak mungkin pelanggan (biaya pemasaran) dalam periode tertentu dengan jumlah pelanggan yang perusahaan peroleh pada periode yang sama.

Yuk, kita bahas biaya-biaya yang perlu kita perhatikan saat ngitung CAC nih. Jangan khawatir, saya bakal bahas pake bahasa yang lebih santai dan asik! ?

Jadi, buat ngitung CAC, kamu perlu ngebagi total biaya penjualan dan pemasaran dengan jumlah pelanggan baru. Biaya-biaya yang perlu kamu pertimbangin nih, antara lain:

  1. Biaya pemasaran (M): Ini tuh total duit yang kita keluarin buat promosi supaya dapetin pelanggan baru, termasuk biaya iklan, lho!
  2. Gaji karyawan (E): Jangan lupa biaya buat bayar gaji karyawan kita yang kerja keras demi bisnis kita, ya.
  3. Biaya profesional (P): Nah, kadang kita perlu bayar jasa profesional, seperti desainer atau konsultan buat bantuin kita ngembangin bisnis. Jadi, ini juga harus kita masukin ke perhitungan CAC.
  4. Biaya penjualan (S): Pastinya ada juga biaya yang harus kita keluarin waktu menjual produk kita, misalnya komisi e-commerce.
  5. Biaya perangkat lunak dan alat (ST): Jangan lupa nih, kita juga perlu ngitung biaya buat beli dan operasikan perangkat lunak yang kita pakai buat pemasaran dan penjualan produk kita.
  6. Biaya lainnya (O): Terakhir, kita juga perlu ngitung biaya-biaya tambahan yang kita keluarin buat keperluan bisnis, seperti sewa tempat, beli peralatan, dan sebagainya.

Lanjut, Secara sederhana, rumus Customer Acquisition Cost yang bisa kamu gunakan berikut ini:

  1. Rumus Sederhana:CAC = M / CA
    Di mana MCC adalah total biaya pemasaran, dan CA adalah jumlah pelanggan yang diperoleh.

    Misalnya, ada sebuah perusahaan penyedia layanan webhosting mengeluarkan biaya pemasaran sebesar Rp 50 juta dalam setahun dan memperoleh 1.000 pelanggan baru. Kamu bisa membagi Rp 50 juta dengan 1.000 pelanggan baru sehingga nilai CAC perusahaan tersebut adalah Rp 50 ribu per pelanggan.
  2. Rumus Kompleks:CAC = (M + W + S + PS + O) / CA
    Di mana W adalah upah yang berkaitan dengan pemasaran dan penjualan, S adalah biaya perangkat lunak, PS adalah layanan tambahan seperti konsultasi, dan O adalah overhead.

    Mengingat biaya pemasaran tidak sebatas biaya iklan, rumus CAC kompleks memang sangat tepat untuk kamu gunakan. Kamu bisa memasukkan biaya pemasaran lain seperti, biaya telekomunikasi, peralatan tambahan, dan jenis biaya lain yang relevan untuk mengetahui CAC.

Bacaan Lainnya: OKR vs KPI, Manakah yang Terbaik untuk Bisnis?

Tips Mengurangi CAC

Akan sangat menguntungkan bagi pertumbuhan bisnis apabila kamu bisa mengurangi Customer Acquisition Cost namun tetap menjaga Customer Lifetime Value tetap tinggi. Ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran perusahaan telah efektif dan efisien. Dampaknya, investor akan semakin tertarik berinvestasi karena pertumbuhan profitabilitas perusahaan.

Lantas adakah tips yang efektif untuk mengurangi CAC? Beberapa tips strategis ini layak kamu coba untuk menguranginya:

  1. Meningkatkan Customer Engagement: Interaksi yang baik antara perusahaan dan pelanggan dapat meningkatkan keterikatan pelanggan dan potensi pembelian produk lain.
  2. Memahami Kebutuhan Pelanggan: Menggali kebutuhan pelanggan melalui interaksi membantu perusahaan merencanakan strategi pemasaran yang lebih efektif dan menambah nilai produk.
  3. Mengembangkan Strategi Pemasaran Berbasis Pelanggan: Pelanggan yang loyal akan merekomendasikan produk kepada orang lain, yang secara tidak langsung mengurangi CAC dan meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Selain itu, bekerja sama dengan agen periklanan digital seperti Apookat dapat membantu Kamu memperoleh pelanggan baru dengan CAC yang lebih rendah. Hubungi layanan pelanggan Apookat untuk konsultasi lebih lanjut. Jadi, mulailah menghitung dan mengurangi CAC Kamu untuk mencapai keberhasilan dalam bisnis Kamu!

Strategi Pemasaran Digital untuk Mengurangi Customer Acquisition Cost

Berikut ini adalah beberapa strategi pemasaran digital yang dapat membantu Kamu mengurangi Customer Acquisition Cost (CAC) dan memaksimalkan investasi pemasaran Kamu:

  1. Optimasi SEO (Search Engine Optimization): Optimasi mesin pencari membantu meningkatkan visibilitas situs web Kamu pada hasil pencarian organik. Dengan meningkatkan peringkat situs web Kamu, Kamu akan menarik lebih banyak pengunjung yang tertarik dan potensial, sehingga mengurangi biaya perolehan pelanggan.
  2. Konten Berkualitas: Membuat konten yang informatif, relevan, dan menarik akan membantu menarik perhatian pengunjung dan membuat mereka tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk atau layanan Kamu. Konten yang baik juga akan membantu dalam meningkatkan reputasi merek Kamu dan membuat pelanggan lebih loyal.
  3. Pemasaran Media Sosial: Media sosial merupakan platform yang efektif untuk menjangkau target audiens Kamu dan membangun hubungan dengan pelanggan. Aktif di media sosial dengan berbagi konten berkualitas, berinteraksi dengan pelanggan, dan menjawab pertanyaan mereka akan membantu meningkatkan kesadaran merek dan mengurangi CAC.
  4. Pemasaran Email: Pemasaran email adalah salah satu cara yang paling efisien untuk menjangkau pelanggan dan calon pelanggan secara langsung. Dengan mengirimkan email promosi, newsletter, dan penawaran eksklusif, Kamu dapat mengurangi CAC dan meningkatkan retensi pelanggan.
  5. Analisis dan Pelaporan Data: Mengumpulkan dan menganalisis data tentang perilaku pengunjung, pola konversi, dan metrik pemasaran lainnya akan membantu Kamu mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Ini akan memungkinkan Kamu untuk mengoptimalkan strategi pemasaran Kamu dan mengurangi CAC.
  6. Pemasaran Influencer: Bekerja sama dengan influencer yang memiliki pengikut yang sesuai dengan target audiens Kamu dapat membantu menjangkau pelanggan baru dengan biaya yang lebih rendah. Influencer dapat membantu memperkenalkan produk atau layanan Kamu kepada pengikut mereka, yang pada gilirannya akan mengurangi CAC.
  7. Remarketing: Strategi remarketing dapat membantu Kamu menargetkan kembali pengunjung yang telah mengunjungi situs web Kamu tetapi belum melakukan pembelian. Dengan menampilkan iklan yang relevan kepada mereka di platform yang berbeda, Kamu dapat meningkatkan peluang konversi dan mengurangi CAC.

Dengan menerapkan strategi pemasaran digital yang efektif, Kamu akan mampu mengurangi Customer Acquisition Cost (CAC) dan meningkatkan profitabilitas perusahaan Kamu. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli pemasaran digital seperti Apookat untuk membantu Kamu mengoptimalkan strategi pemasaran Kamu dan mencapai kesuksesan bisnis yang berkelanjutan.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk kamu.

Artikel Terkait

Google Search Console: Pengertian dan Panduan Lengkap

Jika kamu memiliki atau mengelola sebuah website, kamu perlu mengetahui dari mana sumber trafiknya. Kamu juga perlu tahu kinerja website-mu di mesin pencari versi perangkat mobile. Tujuannya untuk mengetahui halaman…

View post

Kenali Social Media Marketing dan 6 Cara Kerjanya untuk Bisnis!

Kini, social media marketing (SMM) berevolusi menjadi satu di antara sumber marketing intelligence beragam yang lebih dari sekedar strategi pemasaran. Pengguna media sosial pun semakin meningkat yang mampu mempengaruhi keputusan…

View post

Pengertian Trafik Organik dan Cara Jitu Meningkatkannya

Traffic organik adalah jumlah pengunjung website yang datang melalui pencarian organik bukan dari iklan berbayar. Trafik organik menjadi salah satu langkah awal sebelum mengoptimalkan kampanye SEO. Apabila kamu berhasil meningkatkan…

View post