fbpx

Apa Itu Internal Linking: Manfaat dan Strategi Efektif untuk Penerapannya

  • Home
  • Artikel
  • seo
  • Apa Itu Internal Linking: Manfaat dan Strategi Efektif untuk Penerapannya

Apa Itu Internal Linking: Manfaat dan Strategi Efektif untuk Penerapannya

Pertanyaan yang sering diajukan:

Apakah benar internal link sangat krusial dalam strategi SEO?

Jika Anda adalah business owner, digital marketer, atau bahkan pemula dalam dunia SEO, jawaban ini sangat penting untuk Anda: Ya, sangat penting!

Berbicara tentang Search Engine Optimization (SEO) tidak lepas dari peran penting internal linking. Lalu, apakah internal linking hanya sekedar buzzword, atau memang senjata ampuh dalam gudang strategi SEO Anda? Mari kita selami lebih dalam.

Apa itu Internal Link?

Sebelum kita berbicara soal ‘mengapa’, mari kita bahas ‘apa’. Internal link atau tautan internal adalah hyperlink yang mengarah ke halaman di domain yang sama. Ini adalah salah satu bentuk dasar dari SEO yang seringkali diabaikan.

Misalnya, klik disini adalah contoh dari internal link yang akan mengarahkan Anda ke homepage kami.

Contoh Kode:

<a href="https://www.apookat.com/" title="Anchor Text">klik disini</a>

Manfaat Internal Link untuk SEO

Lalu, mengapa internal link penting? Tautan internal memungkinkan Google lebih mudah memahami struktur dan konten situs web Anda. Ini bukan hanya tentang Google—pengunjung situs Anda juga akan merasa lebih mudah bernavigasi dan menemukan informasi yang mereka cari.

Keuntungan Menggunakan Internal Link:

  • Meningkatkan kualitas user experience : Membantu pengguna mengeksplorasi website Anda dengan lebih efisien.
  • Distribusi link equity, memperkuat otoritas halaman : Memberikan “kekuatan ranking” dari satu halaman ke halaman lainnya.
  • Menata hierarki informasi website Anda : Mempermudah Google dalam mengindex dan memahami setiap halaman di website Anda.

Perbedaan Antara Internal Link dan External Link

Penting untuk dibedakan; jika internal link adalah tautan yang mengarah ke halaman dalam domain yang sama, external link adalah tautan yang mengarah ke domain lain.

Contoh: Jika website A memberikan link ke website B, maka itulah yang disebut external link.

Panduan Mengoptimalkan Internal Link

Rencanakan Arsitektur Situs Anda

Pertama-tama, Anda perlu merencanakan arsitektur website Anda. Ini penting agar Google dan user dapat dengan mudah menavigasi dan memahami struktur dari website Anda.

Anda juga perlu merencanakan Site Architecture secara matang.

Site Architecture sederhana yang bisa kamu gunakan bisa lihat gambar di bawah berikut ini.

Sumber : Semrush

Home Page -> Category -> Subcategory -> Sub-subcategory -> Final Content

Gak cuma buat menghubungkan konten, tapi site architecture ini juga bagus buat link antar category. Ini namanya internal link, sehingga user dan Google, bakalan lebih mudah mengerti mengenai website Anda.

Kalo user ngerasa enak dan gampang buat nyari-nyari info di web Anda, itu tandanya UX atau User Experience Anda sudah oke punya. Dan guess what? Google suka website yang user-friendly. Hasilnya? Ranking website kamu bisa melejit, Lho!

Gunakan Keyword Pada Anchor Text Secara Menarik dan Natural

Anchor Text—dua kata yang mungkin sudah sering Anda dengar, tetapi apakah Anda benar-benar memahami kekuatannya? Tidak sembarang teks dengan hyperlink, anchor text adalah jembatan emas yang menghubungkan informasi di dunia maya. Seringkali, teks ini muncul dengan nuansa berwarna biru yang ikonik, namun kekuatannya jauh melebihi sekadar estetika.

Jika Anda baru mengenal SEO, memasukkan kata kunci ke dalam anchor text adalah salah satu langkah awal yang efektif untuk menarik lebih banyak pengunjung ke situs Anda. Lupakan frase seperti “klik di sini” atau “halaman ini.” hal itu basi tahu!

Ketahuilah, menempatkan kata kunci yang tepat dalam anchor text Anda bukan hanya akan membantu Google memahami konten Anda lebih baik, tetapi juga memberikan petunjuk yang jelas kepada pengunjung tentang apa yang akan mereka temukan saat mereka mengklik link tersebut. Oh iya, menggunakan kata kunci pada anchor text juga merupakan praktik terbaik yang disarankan oleh Google sendiri, lho. 

Sekarang, Anda sudah tahu kan. Mulailah mempraktikkan seni penempatan kata kunci dalam anchor text, dan rasakan sendiri perbedaannya dalam performa SEO Anda!

Prioritaskan Halaman yang Relevan

Tautan ke halaman yang menurut Anda penting dan ingin mendapat perhatian lebih pada hasil pencarian Google.

Maka dari itu, Halaman yang ingin Anda tampilkan di SERP Google haruslah halaman yang relevan, misal jika Anda memiliki Halaman Layanan SEO Management dan Halaman FAQ, diantara kedua tersebut, manakah halaman yang Anda harapkan untuk ranking di SERP Google?

Pastikan internal link dari halaman yang dituju adalah halaman yang relevan dan bermanfaat bagi pembaca, dan bukan halaman yang berbeda konteks atau malah click bait.

Variasikan Anchor Text

Ketika anchor text yang sama digunakan untuk merujuk ke halaman yang berbeda, ini bisa menyebabkan kebingungan bagi Google dan pengguna. Mesin pencari mungkin akan kesulitan menentukan halaman mana yang lebih relevan untuk query tertentu, sementara pengguna bisa saja merasa bingung karena mendapat informasi yang tidak konsisten.

Contoh Konkrit

Misalkan Anda memiliki dua artikel di blog Anda:

  1. Artikel tentang “Cara Merawat Tanaman Hias”
  2. Artikel tentang “Manfaat Tanaman Hias untuk Kesehatan”

Jika Anda menggunakan anchor text “Baca Selengkapnya Tentang Tanaman Hias” untuk kedua artikel tersebut, ini bisa membingungkan.

  • Salah: Untuk lebih jelasnya, Baca Selengkapnya Tentang Tanaman Hias.
  • Salah: Untuk mengetahui lebih lanjut, Baca Selengkapnya Tentang Tanaman Hias.

Contoh yang Lebih Baik:

Untuk menghindari kebingungan, gunakan anchor text yang lebih spesifik dan deskriptif:

  • Benar: Pelajari Cara Merawat Tanaman Hias di artikel kami.
  • Benar: Temukan Manfaat Tanaman Hias untuk Kesehatan di sini.

Dengan cara ini, Anda tidak hanya mempermudah mesin pencari dalam mengindex halaman Anda, tapi juga membantu pengguna untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan relevan.

Gunakan Dofollow Link

Jadi, apa sih sebenarnya link ‘dofollow’ itu? Bayangkan sebagai undangan eksklusif dari Anda kepada Google untuk ‘mampir’ ke link Anda. Sederhana, tapi begitu krusial! Kenapa? Karena masih banyak yang tak sadar—biasanya karena kelalaian saat menggunakan plugin—mengatur link internal mereka sebagai ‘nofollow’, yang pada dasarnya adalah memberi sinyal ‘STOP’ kepada Google untuk tidak mengindahkan link tersebut.

Jangan biarkan kesalahan sepele ini merusak potensi SEO Anda! Pastikan seluruh link internal Anda menggunakan atribut ‘dofollow’, sehingga Google tidak hanya ‘melirik’, tapi benar-benar ‘memasuki’ dan ‘mengindeks’ link Anda.

Posisi Tautan Strategis

Brian Dean, seorang ahli SEO yang diakui luas dan pendiri Backlinko, telah melakukan penelitian empiris mengenai pengaruh penempatan internal link di bagian awal konten terhadap performa website. Hasil penelitiannya menunjukkan dua indikator penting yang berubah: persentase ‘bounce rate‘ menurun dan ‘Dwell Time’ mengalami peningkatan.

Mengapa hal ini signifikan? Sebab, penurunan ‘bounce rate’ dan peningkatan ‘Dwell Time’ menandakan bahwa pengunjung lebih lama berada dan berinteraksi di website Anda. Google memandang ini sebagai indikator kuat bahwa situs Anda menyajikan konten yang berkualitas dan relevan, sesuai dengan misinya untuk mengorganisasi informasi dunia dan membuatnya universal aksesibel dan berguna.

Dengan mempertimbangkan sumber informasi ini—yang berasal dari pakar di bidangnya—dan mengaplikasikannya ke dalam strategi SEO Anda, Anda tidak hanya meningkatkan performa website Anda tetapi juga membangun kredibilitas dan kepercayaan di mata mesin pencari dan pengunjung situs Anda.

Jangan Berlebihan

Menurut Matt Cutts, mantan kepala tim anti-spam Google, sebaiknya jangan menggunakan lebih dari 100 link dalam satu halaman, termasuk internal dan external link.

Kesimpulan

Jadi, sekarang Anda tahu kenapa internal link penting dan bagaimana cara mengoptimalkannya. Masih punya pertanyaan? Jangan ragu untuk meninggalkan komentar atau bergabung di grup WhatsApp Kami.

Sumber:

Prev
Next
Drag
Map