fbpx

Mengenal Business Model Canvas : Pengertian, Elemen, dan Tips

  • Home
  • Artikel
  • Mengenal Business Model Canvas : Pengertian, Elemen, dan Tips

Mengenal Business Model Canvas : Pengertian, Elemen, dan Tips

Business Model Canvas – Merupakan sebuah alat bantu atau tools yang digunakan untuk menggambarkan jalannya sebuah bisnis. Mulai dari proses produksi, yang terlibat dalam proses bisnis, hingga cost dan keuntungan yang bisa didapat. Semua hal yang tadi itu tercatat pada business model canvas. 

Business model canvas ini telah biasa diterapkan oleh beberapa brand dan bisnis, hal ini tidak lain bahwa dengan menggunakan pemetaan business model canvas ini akan lebih mudah dalam memaksimalkan proses bisnis. 

Apa itu Business Model Canvas?

Business Model Canvas (BMC) adalah sebuah alat bantu untuk memetakan ide dan konsep sebuah bisnis ke dalam bentuk visual pada kolom – kolom yang telah disiapkan. Sederhananya, Business Model Canvas adalah kerangka bisnis untuk memudahkan dalam melihat gambaran ide bisnis dan realisasinya secara cepat dan lebih efisien.

Penggunaan business model canvas pada saat membuat sebuah struktur dari bisnis sangat menguntungkan, jika dibandingkan dengan menyusun dengan model business plan. Yang mana kamu menyusun berlembar-lembar halaman agar menemukan business plan yang sesuai dengan bisnis kamu. Maka model business ini sangat populer penggunaannya terutama para perusahaan startup.

Pada tahun 2005, Alexander Osterwalder yang merupakan seorang entrepreneur asal Swiss dalam bukunya berjudul Business Model Generation. Di dalamnya, Ia menjelaskan framework sederhana yang dapat  elemen-elemen penting dalam model bisnis.

business model canvas
Business model canvas – alexander ostenwalder

Elemen pada business model canvas

Business Model Canvas terdiri dari 9 elemen penting, diantaranya:

  1. Customer Segments
  2. Value Proposition
  3. Channels
  4. Revenue Streams
  5. Key Resource
  6. Customer Relationship
  7. Key Activities
  8. Key Partnership
  9. Cost Structure

Sembilan poin tersebut merupakan point-point yang harus dilengkapi oleh para pelaku bisnis. Jika masih bingung fungsinya apa saja, simak sedikit penjelasan mengenai poin – poin yang ada pada business model canvas tersebut. 

1. Customer Segments (Segmentasi konsumen)

Pada kolom pertama adalah mengisi tentang segmentasi dari bisnis kamu, segmentasi ini dapat diatur berdasarkan pada jenis produk kamu. Baik itu produk makanan atau barang penentuan segmentasi pasar itu sangat penting. 

Kolom ini akan memuat berbagai informasi target pelanggan, misalnya umur, jenis kelamin, minat, dan kebiasaan. Hal-hal yang bisa dipertimpangkan dalam menentukan target kosnsumen.

Analisa tambahan Customers Segments : 

  • Customer jobs: apa saja hal yang ingin dicapai pelanggan, masalah yang dihadapi, apa saja kebutuhan mereka, bagaimana produk atau layanan kamu bisa membantu konsumen.
  • Customer gain: manfaat yang diinginkan atau diharapkan pelanggan dari bisnismu.
  • Customer pain: menggambarkan emosi negatif, apa yang membuat konsumen merasa tidak nyaman, buruk, risiko yang ditakutkan.

2. Value Proposition (Proposisi nilai konsumen)

Setelah kamu menentukan segmentasi dari pasar atas produk kamu, maka pada kolom ini mengisi mengenai keunggulan dari produk yang telah kamu buat. Value proposition ini harus bisa menjawab pertanyaan para konsumen atas produk kamu. 

Jika masih kesulitan, mungkin ini ada beberapa pertanyaan yang bisa kamu gunakan dalam menjawab apa value proposition dari produk yang telah kamu buat. 

PertanyaanJawaban
Apa keunggulan yang ditawarkan ke pelanggan saat menggunakan produkmu?
Manfaat apa yang akan didapat pelanggan setelah menggunakan produk?
Mengapa pelanggan harus memilih produkmu dan apa yang membedakannya dari kompetitor?

Dengan membuat sebuah value proposition, maka produk kamu nanti akan semakin kuat dan menjadi pembeda ketika produk kamu diluncurkan di pasaran. Menurut Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur, diantaranya terdapat 11 poin yang akan menguatkan produk pada value proposition:

Newness;  nilai kebaruan yang sebelumnya belum pernah ditawarkan oleh bisnis lain.

Performance;peningkatan performa atau kinerja bisnis.

Customisation; produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan individual pelanggan.

Getting the Job Done; nilai dari membantu pelanggan melakukan pekerjaan/membantu memecahkan masalah tertentu.

Design; nilai dari segi desain suatu produk, misalnya pada industri fashion.

Brand / status; menunjukkan status sosial tertentu ketika memakai produk.

Price; menawarkan nilai yang sama dengan harga yang lebih terjangkau kepada segmen pelanggan yang sensitif terhadap harga.

Cost Reduction; nilai yang diberikan kepada pelanggan berupa pengurangan biaya dari aktivitas yang dilakukan, misalnya pada produk aplikasi kasir (POS), HR, atau payroll.

Risk reduction; nilai berupa pemberian garansi terhadap produk dan layanan dalam hal pengurangan risiko.

Accessibility; memberi akses kepada pelanggan yang semula tidak bisa mendapatkan produk/jasa tersebut, misalnya program pegadaian yang kini memungkinkan pesertanya menabung emas tanpa harus dalam bentuk fisik.

Convenience; memberi kenyamanan dan kemudahan kepada pelanggan.

3. Channels (Saluran)

Chanel merupakan saluran yang bisa digunakan dalam menyampaikan informasi produk dan bagaimana para followers atau audience mencari produk kamu di media sosial atau platform digital lainnya. 

Dalam menentukan channel yang cocok kamu bisa gunakan beberapa pendekatan, seperti media apa yang banyak orang gunakan, serta produk apa yang cocok untuk bisnis kamu. Pastikan memang media yang kamu pilih sangat optimal dalam melakukan distribusi informasi. 

Baca juga : Digital Marketing Funnel 

4. Customer Relationship (Hubungan konsumen)

Pada tahapan selanjutnya, saatnya menentukan bagaimana bisnis kamu bisa berinteraksi dengan pelanggan.

Ketahui bagaimana cara menjalin hubungan dengan konsumen agar mereka tidak mudah berpaling ke kompetitor lain. Contoh yang bisa diterapkan misalnya memberikan promo, giveaway, atau program membership.

Setiap konsumen memiliki karakter yang unik dan tentu berbeda satu sama lain. Hal inilah yang harus bisa kamu pecahkan, dimana kamu pastikan pola yang seperti apa yang cocok dalam menjangkau dan berinteraksi kepada mereka.

5. Revenue Streams (Sumber pendapatan)

Membangun sebuah bisnis, mustahil kita luput pada sektor revenue, karena namanya juga bisnis bukan ? sebuah bisnis yang baik dimana bisnis tersebut bisa mengoptimalkan pendapatannya. 

Dalam business model canvas, kamu bisa memasukan dari mana saja pemasukan dari bisnis kamu. Walaupun kamu menjual sebuah produk, tapi kamu bisa menccari pendapatan lain selain dari situ.

Cari tahu strategi yang bisa dilakukan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. Jangan sampai ada produk, atau kinerja yang tidak dimanfaatkan secara maksimal.

6. Key Resource (Sumber daya)

Key resource merupakan daftar sumber daya yang sebaiknya dimiliki suatu bisnis untuk mewujudkan value proposition, sebuah perusahaan akan lebih maksimal ketika memang dibantu oleh sumber daya yang maksimal juga, maka hal ini akan membuat perusahan kamu semakin kompetitif.

Sebuah key resource dapat dikategorikan pada 4 kategori, diantaranya  :

Physical resource; gedung, tempat usaha, mesin, kendaraan, produk atau bahan baku.

Intellectual resource; hak cipta, merek, paten, partnership, trademark.

Human resource; sumber daya manusia, orang yang menjalankan aktivitas perusahaan.

Financial resource; dana, saldo tunai, kredit, dan sebagainya.

7. Key Activities (Aktivitas yang dijalankan)

Key activities dalam business model canvas adalah menjelaskan segala aktivitas yang dilakukan dalam bisnis, baik itu tahapan produksi sampai pada tahap packing dan penjualan. 

Dalam hal ini mengapa harus dituliskan, tidak lain bahwa segala aktivitas yang terjadi pada bisnis harus efektif dan efisien, agar tidak terjadi double aktivitas yang nantinya akan mengurangi performa bisnis. 

8. Key Partnership (Kerja sama)

Key partnership adalah sebuah kolom dalam bisnis model canvas yang berisi daftar sumber daya di luar bisnis kamu.  Hal ini bisa juga disebut sebagai third party, seperti supplier, mitra bisnis atau perusahaan lain yang mendukung aktivitas bisnis kamu.

9. Cost Structure (Struktur biaya)

Cost structure merupakan kolom yang terakhir, tapi pada kolom ini akan terlihat bagaimana sebuah bisnis ini dikatakan sehat atau tidak. Bagaimana hal itu bisa terlihat ? 

Dalam kolom cost structure kamu akan fokus dalam menyusun budget yang efisien dalam rangka mencari pengeluaran yang efisien bagi bisnis. Hal ini akan membantu terhindar dari cost terlalu besar. 

Tips Cara Membuat Business Model Canvas

Setelah tadi mengenal tentang business model canvas, sudah siap menyusun business model canvas bisnis kamu sendiri ? 

Namun sebelum menyusun business model canvas, simak 5 tips dalam menyusun business model canvas. 

1. Lakukan Analisis Kompetitor

Melakukan analisis terhadap kompetitor merupakan hal yang lumrah dan tentu saja salah satu hal yang penting juga sebelum kamu merancang bisnis kamu. 

Dengan melakukan analisa pada kompetitor, kamu akan lebih mengetahui celah atau kelemahan yang bisa kamu manfaatkan sebagai keunggulan pada produk kamu. 

2. Urutkan kolom dengan sistematis

Setelah tadi mengetahui apa saja yang harus diisi pada kolom business model canvas, maka lakukanlah hal itu secara sistematis. Mulai dari urutan pertama sampai dengan ke sembilan. Pastikan bahwa kamu mengisinya dengan detail, hal ini akan sangat membantu kamu.

3. Hubungkan Setiap Kolom

Pastikan setiap kolom tersebut saling terhubung, hal ini akan meminimalisir pekerjaan yang membuang waktu dan biaya yang cukup besar. Semakin fleksibel dalam menghubungkan setiap kolom, maka business model canvas kamu pun akan semakin jelas. 

4. Fokus pada kondisi saat ini

Kemudahan setelah membuat business model canvas adalah dimana bisnis kamu akan lebih fleksibel ketika menghadapi perubahan, baik perubahan strategi atau karena kondisi yang terjadi saat ini. Maka fokus atas apa yang bisa kamu lakukan saat ini dengan memaksimalkan segala keterbatasan yang ada bisnis kamu agar lebih optimal. 

5. Melakukan review

Setelah selesai menyusun, pastikan kamu review kembali semua proses yang telah kamu catat pada kolom tersebut, atau sesekali minta pendapat orang yang sangat mengerti pada proses itu untuk memastikan bahwa apa yang kamu tulis memang sangat sesuai dengan apa yang kamu harapkan. 

Tools membuat business model canvas

saat ini terdapat banyak sekali tools untuk membantu kamu dalam menyusun business model canvas, baik itu dengan offline atau online. 

Mungkin berikut ini beberapa rekomendasi untuk membuat design business model canvas seperti di Canvanizer.com atau miro.com

Atau jika kamu mau business model canvas, silahkan download versi .pdf nya disini. 

Prev
Next
Drag
Map