fbpx

Apa itu AIDA ?Manfaat dan Cara Menerapkannya dalam Digital Marketing

  • Home
  • Artikel
  • Apa itu AIDA ?Manfaat dan Cara Menerapkannya dalam Digital Marketing

Apa itu AIDA ?Manfaat dan Cara Menerapkannya dalam Digital Marketing

AIDA – Konsep pemasaran kini mulai berkembang sangat jauh, semakin berkembangnya perilaku konsumen maka sebagian bisnis akan mulai berubah dalam menentukan pola pemasaran yang efisien untuk bisnis mereka. 

Jika pada artikel sebelumnya, proses digital marketing dengan menggunakan pendekatan Digital Marketing Funnel, kali ini bagaimana jika sebuah pemasaran digital menerapkan proses AIDA. Kira-kira yang mana lebih efisien ? 

Pengertian AIDA

AIDA merupakan singkatan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. AIDA bisa dikatakan sebuah step untuk menemukan pola yang cocok untuk audiens, terutama digunakan dalam membuat sebuah konten dalam digital marketing. 

Dari tahapan tersebut kita bisa melihat dimana posisi konsumen, sejauh mana mereka hingga pada akhirnya membeli sebuah produk yang kamu jual. 

Lalu apa pengertian dari setiap tahapan AIDA itu ? berikut adalah penjelasannya.

Attention; Kondisi dimana Kamu memancing perhatian calon konsumen, sebanyak mungkin.

Interest; Menjawab kebutuhan mereka. Kali ini segmen semakin semakin, dimana bisnis kamu harus bisa menjadi jawaban terhadap masalah mereka.  

Desire; Tawarkan bahwa produk kamu memang solusi dari permasalahan mereka. Action; Mengarahkan mereka untuk melakukan pembelian pada platform yang telah kamu sediakan. 

Dari beberapa tahapan tersebut, akhirnya kita bisa melihat bagaimana perjalanan dari calon konsumen menjadi konsumen. 

AIDA modeling business
Model Aida

Cara Menerapkan AIDA

Penerapan AIDA sebetulnya sangat sederhana, namun dibalik kesederhanaan itu terdapat kekuatan yang powerfull dalam mencuri perhatian para calon konsumen. 

Attention

Dalam tahapan ini pastikan bahwa kamu memang menyampaikan produk kamu memang ada, karena jika produkmu tidak jelas maka sulit untuk menyampaikan apa yang ingin kamu sampaikan. Pastikan dahulu memang produk kamu ada. 

Selanjutnya adalah melakukan pendekatan yang efisien, hal ini disebut dengan attention, menarik perhatian orang lain. Ingat, pada tahapan ini tidak fokus pada penjualan.

Kamu bisa membuat konten atau melakukan pendekatan dengan sedikit joke, atau informatif konten. Yang terpenting adalah pastikan mereka tahu dahulu tentang produk kamu. 

Lalu bagaimana kalau tidak ada interaksi ? 

Agar terjadi interaksi dari calon konsumen, pastikan bahwa konten yang kamu buat memang fokus ke segmentasi pasar yang kamu tuju. Konten yang relevan dengan target pasar adalah kunci dari interaksi yang aktif. 

Kamu dapat menggunakan cara ini juga di berbagai media, seperti artikel blog, video, infografis, dan postingan media sosial.

Interest

Setelah kamu bisa mencuri perhatian calon konsumen, lantas apa yang kamu lakukan selanjutnya? 

Pada tahapan ini pastikan kamu dapat menarik dari sisi minat mereka. Minat orang lain mungkin saja berbeda antara satu dan lainnya, namun pasti saja mereka memiliki masalah yang sama.

Nah, pada tahapan ini pastikan kamu bisa memberikan jawaban atas masalah dari mereka. Namun sebelum itu, pastikan segmentasi yang kamu tuju terlebih dahulu, lakukan pendekatan dengan mengawali dari permasalahan mereka lalu dijawab dengan produk yang kamu jual. 

Misalnya kamu pemilik produk parfum mobil dengan harga murah. Berikan mereka informasi bahwa interior mobil harum ga harus mahal kok, apalagi ke salon setiap bulan. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan berawal dari permasalah harga dan malas pergi ke salon mobil. 

Nah, dengan cara itu konsumen akan mulai menyimpan informasi itu di pikiran karena memang sangat solutif dan menjawab permasalahan mereka. 

Artikel Bisnis : 5 Contoh Konsep Pemasaran

Desire

Setelah calon konsumen ini sadar dengan apa permasalah yang mereka hadapi, lalu kamu bisa menawarkan solusi dengan produk kamu. 

Apa bedanya dengan tahapan sebelumnya ? jika pada tahapan sebelumnya adalah tentang mengatasi masalah mereka, pada tahapan ini adalah produk kamu mulai diperkenalkan secara utuh. 

Jadi selain menjawab solusi masalah mereka pun akan tahu produk mana yang harus dipilih, maka pada tahapan ini pastikan bahwa kamu menyertakan kelebihan dari produk kamu. 

Karena pasti ada saja pertanyaan dalam benak calon konsumen, seperti apa kelebihan dan kekurangan dari produk ini ? Apakah harganya sebanding dengan fitur ? apa yang jadi pembeda dari kompetitor ?.

Maka dari itu lakukan pendekatan dengan fokus pada manfaat yang diberikan dari produk kamu, dari sisi ini konsumen akan merasa relate dengan permasalah mereka, jadi mereka tidak hanya membeli produk tapi membeli solusi untuk mereka. 

Action

Jika sudah melewati tahapan yang tadi, maka kamu menuju tahapan paling krusial. Pada tahapan ini kamu harus mengarahkan mereka untuk melakukan pembelian.

Calon konsumen yang tertarik akan produk yang kamu jual maka arahkan mereka untuk melakukan pembelian atau pada hal ini biasa juga disebut juga Call to Action, yaitu sebuah kalimat yang dapat mengarahkan calon konsumen untuk melakukan sesuatu, seperti : 

“Masukan ke Keranjang!”

“Klik untuk Memesan Sekarang!  

“Download Aplikasi ini Disini”

dan sebagainya

Namun terkadang para calon konsumen tidak akan langsung membeli produk kamu, maka sebagai langkah alternatif adalah berikan mereka service yang lebih. Seperti potongan harga jika membeli saat ini, atau gratis ongkir seluruh Indonesia untuk minimal pembelian tertentu. 

Buat semua skema kemungkinan, maka kamu perlahan aka menemukan teknik yang cocok untuk pemasaran bisnis kamu. 

Bonus Tulisan tentang AIDA 

Hadirnya AIDA sebagai metode dari funnel business telah cukup lama diterapkan, lebih dari 100 tahun modeling ini telah dipakai oleh berbagai perusahaan dalam menjawab permasalah mereka. 

Walaupun sudah cukup lama namun modeling cukup timeless, namun tidak berhenti disitu saja, seiring dengan berubahnya modeling bisnis maka semakin banyak modeling ini berkembang seperti;

  • DAGMAR: (Defining Advertising Goals for Measured Advertising Results)
  • AIDAS: (Attention, Interest, Desire, Action, Satisfaction)
  • AISDALSLove: (Attention, Interest, Search, Desire, Action, Like/dislike, Share, Love/hate)

Penutup

Sudah paham tentang AIDA ? jadi AIDA merupakan modeling yang tidak terbatas oleh waktu, sampai saat ini pola ini masih terus digunakan dalam menentukan customers journey mereka, walaupun tidak sedetail pada digital marketing funnel, namun hal ini sangat cukup membantu. 

Mau belajar mengenai digital marketing lebih dalam ? Yuk diskusikan strategi digital marketing kamu.

Klik link ini untuk diskusi.

Prev
Next
Drag
Map